Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 November 2009

Forabi adakan dialog perempuan

senin 16/10 kaukus perempuan Forum Rakyat Boyolali (FORABI) mengadakan acara dialog publik tentang perempuan, dengan mengangkat tema mencari format perlindungan atas hak kesehatan reproduksi perempuan. yang dilaksanakan di ruang merpati Pemkab Boyolali.

acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari kelompok tabungan komunitas, kelompok perempuan, dan juga LSM yang peduli dengan masalah perempuan. selain itu Forabi menghadirkan narasumber dari LSM yang diwakili oleh Siti Harsun (Qoryah Tayyibah), Ardiningsih (BKbPP), dr. Yulianto Prabowo (Dinas Kesehatan).

dalam sambutannya, koordinator Forabi Eko Bambang Setyawan. mengatakan agar dialog tersebut mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan perempuan untuk saling menjalin komunikasi tentang perempuan. ketika sesi tanya jawab, para peserta ternyata sangat antusias terutama menyoroti masalah Keluarga Berencana (KB).

"Acara ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama untuk mencari format atas perlindungan kesehatan reproduksi perempuan". ungkap Koordinator Kaukus perempuan Forabi, Dwi Prasetyowati ketika ditemui SRB. thuk

dilema antara proyek dan pemberdayaan

Bantuan BLM yang merupakan dana perangsang bagi tercapainya program pengentasan kemiskinan, ternyata masih menjadi idola masyarakat. Baik bantuan berupa insfrastruktur yang berupa fisik atau bantuan berupa dana simpan pinjam.

Bantuan yang seharusnya menjadi rangsangan bagi masyarakat, harus selaras dengan budaya serta kearifan lokal yang ada di masyarakat. Karena sudah pasti budaya dan juga kearifan lokal disetiap daerah pasti akan berbeda satu sama lain. Serta hal hal kecil seperti kesenjangan sosial harus dapat diperhatikan baik oleh, relawan, KSM, UPK, BKM maupun fasilitator PNPM.

Kearifan lokal yang telah turun menurun dalam masyarakat, seharusnya menjadi modal awal bagi terciptanya keswadayaan masyarakat. Seperti halnya yang terjadi pada saat program pugar rumah yang dilaksanakan oleh salah satu warga RT. 07 RW. I kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali Eko Sapardi (29).

Pada tahun 2007 dia mendapatkan bantuan pugar rumah, dengan nilai bantuan 3 juta rupiah. Dalam pelaksanaanya, bukan hanya tukang yang bekerja, tetapi sanak famili dan juga tetangga membantu pelaksanaan pemugaran rumahnya.

Rencananya uang bantuan sebesar 3 juta tersebut akan digunakan untuk mengganti kayu atap rumah dan juga memperbaiki teras rumah saja. Tetapi kenyataannya bukan hanya pekerjaan tersebut saja yang dikerjakan. Saat ditemui oleh SRB, Eko menuturkan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan sampai pada pekerjaan finishing tembok, berupa acian dan cat bukan hanya itu saja bahkan selama ini lantai rumahnya yang masih berupa cor rabat, digantikan dengan keramik.
Akhirnya dana 3 juta tersebut ternyata tidak cukup untuk melakukan pekerjaan seperti yang sudah direncanakan sebelumnya. Selanjutnya, Eko harus menambah pengeluaran untuk menutup kekurangan biaya sebanyak 2,5 juta, selain itu warga melalui ketua RT juga menyumbang dana sebesar 700 ribu untuk meringankan beban.

Hal tersebut kembali menegaskan bahwa partisipasi dan juga gotong royong yang menjadi suatu adat atau kebiasaan warga ternyata masih cukup tinggi, walapun saat ini ekonomi masyarakat sedang mengalami penurunan. Dan kearifan lokal tersebut harus lestari di masyarakat. thuk

Dana pengentasan kemiskinan naik 10 trilliun

Seiring dengan terus dijalankannya program pengentasan kemiskinan, yang digulirkan pemerintah sejak beberapa tahun yang lalu sampai saat ini pemerintah dirasakan masih cukup konsisten dengan target pencapaian program tersebut. Yaitu mengentaskan kemiskinan bagi masyarakat yang harus dapat ditekan seminimal mungkin pada tahun 2015, seperti yang tertuang dalam delapan butir kesepakatan internasional atau Millenium Development Goals (MDG’S). Yang salah satunya mengenai pemberantasan kelaparan dan kemiskinan.

Untuk menyikapi hal tersebut pada tahun 2010 pemerintah melalui Kementerian Kesejahteraan Rakyat. Berencana menambah anggaran untuk program pengentasan kemiskinan. Hal tersebut diungkapkan oleh Menkokesra yang baru Agung Laksono. Bahwa anggaran kemiskinan diperkirakan akan naik sekitar 10 trilliun menjadi 80 trilliun. “kalau dihitung - hitung semua program itu sebesar Rp 80 Triliun“ ungkap Agung Laksono disela - sela acara National Summit hari kedua, Jum’at 30 Oktober 2009.
Selain itu Menkokesra juga menyampaikan bahwa berbagai program upaya pengentasan kemiskinan, akan terus dilaksanakan tahun depan. Rencana anggaran tersebut akan digunakan untuk merealisasikan target penurunan angka kemiskinan menjadi 8 sampai 10% dari target tahun ini yang sebesar 14,1%.

Selain itu dalam rangka mencapai sasaran yang ditentukan dalam APBN dan menyikapi perkembangan krisis global, maka pemerintah melakukan percepatan penanganan kemiskinan dalam 3 klaster. Dan pemerintah menempatkan program PNPM dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam klaster 2 dan 3. yang diharapkan agar menjadi bantalan pengaman untuk menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja. Demikian pula dengan program pemerintah yang berada di klaster 1 seperti Raskin, PKH, Jamkesmas, BLT dan BOS akan dapat berperan besar dalam penanganan dampak krisi global, jika dapat dilaksanakan pada triwulan ketiga 2009. thuk

Jumat, 06 November 2009

Penyaluran BLM Tahap I tahun 2009

      Program P2KP yang berada di kalurahan Siswodipuran kecamatan Boyolali, melalui BKM Amanah Sejahtera. saat ini menyalurkan dana BLM tahap I yang disalurkan oleh 5 KSM. meliputi bidang lingkungan untuk insfrastruktur berupa selokan dan betonisasi jalan. yang berlokasi di RW. 8, RW. 9, RW. 12, RW. 15 dan RW. 16.

    adapun nilai total BLM sebesar Rp. 38.475.000,- sedangkan untuk bidang kesehatan atau sosial, diberikan untuk Program Makanan Tambahan (PMT) untuk balita. yang meliputi 20 Posyandu dengan total anggaran Rp. 4.275.000,- hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pengurus BKM Bambang Haryono.

     selain itu untuk pencairan BLM tahap II saat ini masih disusun oleh tim, yang selanjutnya nanti akan disalurkan pada tahun ini juga. joe

Selasa, 27 Oktober 2009

BKM Ngudi Mulyo masuk dalam lima besar UPK dengan kinerja memuaskan

BKM Ngudi Mulyo mendapatkan predikat lima besar UPK dengan kinerja memuaskan.  hal tersebut diungkapkan oleh Taki, salah seorang fasilitator Kelurahan Pulisen. dia menambahkan bahwa indikator penilaian tersebut salah satunya adalah keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.

selain itu dia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat Pulisen menunjukkan progress yang terus naik. hal tersebut diungkapkan Taki di sela - sela talkshow di studio SRB FM Sabtu (24/10). ditambahkan juga bahwa swadaya masyarakat Pulisen tergolong cukup tinggi.

ditambahkan juga bahwa hampir semua program yang diadakan oleh BKM melalui UPK, mendapatkan respon yang cukup baik. seperti contohnya Program Pugar Rumah, setiap ada warga yang mendapatkan bantuan dari PNPM. bukan hanya pemilik rumah dan tukang saja yang bekerja, tetapi tentangga sekitar juga akan membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.

diakhir acara Taki berpesan, agar pelaksanaan Program PNPM selanjutnya dapat berjalan dengan baik. dan juga kepada warga Pulisen khususnya agar lebuh dapat memanfaatkan perogram tersebut dengan baik dan soptimal mungkin.

Dana PNPM 2008 di Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) masih mengendap


Dana PNPM yang seharusnya terserap kemasyarakat, nyatanya belum semuanya bisa teralokasikan dengan baik. hal ini diungkapkan oleh Bupati Boyolali Sri Moeljanto, pada sambutan Pelatihan Tim Koordinasi PNPM Mandiri dan Labsite Pembangunan Partisipatif yang dilaksanaka senin (26/10) kemarin. menurut Bupati, hal tersebut tertuang dalam laporan  LHP BPKP. sampai saat ini dana yang disimpan oleh UPK dibank yang nilau diatas 50 juta, terjadi di kecamatan Selo, Ampel, Cepogo, Sawit, Sambi, Nogosari, Karanggede, Andong, Wonosegoro dan Juwangi.

selain itu bupati juga mengungkapkan bahwa Rasio Biaya Operasional (RBO) ada yang melebihi 45%. hal tersebut terjadi dikecamatan Ampel, Sawit, Selo, Ngemplak, Kemusu dan Juwangi. selain itu tunggakan pinjaman yang lebih dari 6 kali angsuran senilai kurang lebih Rp. 875,7 juta, terkonsentrasi di Kecamatan Kemusu, Juwangi, Sawit, Musuk, Karanggede, Cepogo, Selo dan Mojosongo.

Bupati juga menambahkan bahwa persoalan ini harus diselesaikan paling lambat hingga akhir Oktober. atau penyelesaian masalah tersebut akan masuk ke ranah hukum. karena hal tersebut menyangkut masalah administrasi dan hukum. selain itu Bupati menambahkan agar dalam pelaksanaan program selanjutnya hal tersebut tidak terulang lagi.

Lowongan CPNS Boyolali 2009

Penerimaan CPNS Kabupaten Boyolali 2009 


P E N G U M U M A N
Nomor : 810/07238/28/2009
TENTANG
PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH DARI PELAMAR UMUM PEMERINTAH KABUPATEN BOYOLALI FORMASI TAHUN 2009

DASAR :


1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999.

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.

6. Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 253.F/M.PAN/7/2009 tanggal 10 Juli 2009 Perihal Persetujuan Prinsip Tambahan Formasi CPNS Daerah Tahun 2009 Untuk Pelamar Umum, Tenaga Honorer dan Sekretaris Desa Tahun 2009.

7. Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 506.P/M.PAN/9/2009 tanggal 25 September 2009 Perihal Persetujuan Rincian Formasi CPNS Daerah Tahun 2009.

8. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 30 Tahun 2007 tanggal 27 Agustus 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negari Sipil.

9. Keputusan Kepala BKN Nomor 11 Tahun 2002 tanggal 17 Juni 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah 11 Tahun 2002.

10. Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor K.26-30/V.169-2/99 tanggal 28 Agustus 2009 perihal Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Formasi Tahun Anggaran 2009.

11. Surat Bupati Boyolali Nomor 810/06463/28/2009 tanggal 29 September 2009 perihal Permohonan Fasilitasi Pengadaan CPNS Daerah Formasi Tahun 2009 Dari Pelamar Umum yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah.


Bersama ini diberitahukan bahwa Pemerintah Kabupaten Boyolali dengan difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan seleksi Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah dari Pelamar Umum dengan ketentuan sebagai berikut :

lebih lanjut untuk formasi silakan download di link bawah atau klik disini


penyerapan program ekonomi belum maksimal

SRB 23 Oktober 2009

proram PNPM Mandiri merupakan program dari pemerintah pusat yang diimplementasikan didaerah. yang terdiri dari P2KP, PPK dan P3DT. program ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. yang mana sasaran dari program ini adalah warga miskin, dengan menggunakan sarana fisik, ekonomi dan sosial sebagai stimulan saja.

namun masih banyak pemahaman masyarakat, bahwa program - program yang sudah digulirkan tersebut adalah program untuk membantu mereka secara fisik, baik berupa jalan, saluran, maupun sarana yang lain.

sebenarnya apabila masyarakat jeli dalam melihat program tersebut, ternyata banyak sekali yang bisa dimanfaatkan. salah satunya program Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPKP). ini hanya salah satu sarana untuk memperkuat ekonomi keluarga yang dilaksanakan oleh perempuan.

seperti diutarakan oleh Suratmi, seorang ibu rumah tangga di kampung Wukirosari, Kel. Pulisen, Boyolali. ketika beliau diwawancarai SRB FM  mengutarakan bahwasannya belum pernah ada sosialisasi tentang program pinjaman bagi perempuan yang ada di P2KP. yang dia tahu saat ini hanya pinjaman dari kelurahan. padahal menurut dia, uang pinjaman SPKP tersebut bisa digunakan untuk menambah modal usahanya. 

yang berkaitan dengan program P2KP yang ada saat ini yang mereka tahu baru sebatas ada pinjaman dari kalurahan kepada Ibu-ibu pedagang kecil, nah program fisik seharusnya juga diimbangi dengan program ekonomi.




Senin, 26 Oktober 2009

Kelurahan Pulisen Adakan Pemilihan Anggota Badan Keswadayaan Masyarakat ( BKM )

SRB FM 17 Oktober 2009

Sebagai sarana permusayawaratan desa ataupun yang lebih di kenal dengan relawan dalam program PNPM Mandiri tadi siang kalurahan Pulisen mengadakan pemilihan BKM yang diawali dengan pengiriman nama calon dari tiap-tiap RT kemudian dikumpulkan ditiap RW seterusnya nama yang terpilih di RW untuk mewakili di Kalurahan diadakan pemilihan pada tanggal 17 Oktober 2009 secara demokrasi dan berjalan lancar.


Adapun nama BKM di Pulisen adalah BKM Ngudi Mulyo dengan koordinator BKM Bpk Ahmad Joko Nugroho dengan beranggotakan 13 orang yang terdiri dari 6 perempuan dan 7 laki-laki jadi kalau ngomong tentang kesetaraan gender menurut Iwan ini sudah bisa mewakili kuota tentang perempuan karena dari 13 anggota BKM ada 6 perempuan artinya sekitar 45 % di isi oleh kader perempuan dari hasil pertemuan di Kalurahan Pulisen diharapkan para relawan benar-benar menjadi wakil dari masyarakat dalam menampung aspirasinya.

Jumat, 16 Oktober 2009

SRB berpartisipasi dalam acara Festival Mata Air 2009 di umbul Senjoyo

Tanggal 09 s/d 11 Oktober 2009 SRB FM ikut berpartisipasi dalam acara Festival Mata Air ke IV 2009, yang diadakan di umbul Senjoyo Tengaran. dalam acara tersebut SRB melakukan siaran langsung dari arena festival. selain itu selama festival SRB juga melakukan Talkshow dan Workshop tentang radio komunitas. selain itu SRB juga bekerjasama dengan Combine dalam melaksanakan peliputan, talkshow dan workshop. 

dalam festival tersebut panitia membuat 4 stage / panggung pertunjukan yang menampilkan berbagai kesenian mulai dari reog, wayang, orkestra, dan musik modern. selain itu penampilan grup musik dari mancanegara yang paling mencuri perhatian. juga diadakan bazar / pameran yang menempati camping ground diatas umbul senjoyo. 

menurut panitia penyelenggara, festival selama 3 hari tersebut menyedot pengunjung 10.000 - 15.000 orang. tetapi kemungkinan ini adalah festival yang terakhir diadakan di senjoyo, karena respon dari Pemda setempat kurang, sebenarnya festival seperti ini yang dibutuhkan selain untuk hiburan juga sebagai sarana berkumpulnya komunitas dari berbagai latar belakang yang berbeda. yang paling penting adalah sebagai sarana penyadaran pentingnya melestarikan alam agar tidak rusak, karena saat ini debit air di senjoyo  turun secara drastis.  (unthuk)