Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Oktober 2009

serangan hama merambah ketanaman lain

22/10/09. Seperti diberitakan beberapa waktu yang lalu, setelah tanaman pepaya yang diserang hama yang berwarna putih. saat ini serangan hama mulai meluas ke tanaman lain. seperti diungkapkan salah seorang petani, Wiyono. bahwa saat ini serangan hama sudah mulai merusak tanaman singkong miliknya yang sudah berumur 2 bulan. "serangan hama ini sudah berlangsung selama dua minggu, dan sudah merusak hampir dua pertiga ladang saya"  lanjutnya.

Dari pantauan SRB, ternyata bukan hanya tanaman milik Wiyono saja yang diserang hama. tapi serangan hama ini juga sudah merusak ladang pepaya dan singkong di sekitar ladang milik Wiyono. seperti Wiyono, Sardi juga mengalami hal yang sama. " sebenarnya saya sudah berusaha mencegahnya mas, dengan cara menyemprotkan petisida dan mencoba mbrongot (membakar-red) hama yang sudah menempel." ujarnya.

"tapi sia-sia mas, setelah hama itu hilang. selang dua hari tanaman singkong saya sudah di tempeli lagi" lanjutnya. memang serangan hama ini pada mulanya merusak daun, kemudian setelah daun tersebut kering hama akan berpindah ke batang pohon. tidak seperti tanaman pepaya yang langsung merusak buahnya, saat ini baik Wiyono maupun Sardi belum pernah mencoba melihat hasil singkong yang sudah diserang hama, mereka berdua belum mengetahui apakah buah singkongnya tetap sehat ataukah akan rusak.

diakhir pembicaraan Sardi menambahkan agar instansi terkait segera membantu para petani, supaya hasil pertanian bisa mendapatkan hasil yang baik. 



Selasa, 20 Oktober 2009

Petani Bendosari panen tembakau

Para petani tembakau Desa Bendosari Kec. Sawit cukup puas dengan hasil panennya. Karena pada bulan ini tanaman tembakau nereka mulai dipanen, bahkan sudah ada yang selesai panennya.Pak Pardiyo misalnya, dia memiliki lahan seluas kurang lebih 3.500 meter pesegi dan dia menuturkan pada SRB bahwa hasil panen tembakaunya laku dengan harga cukup tinggi. yakni laku seharga Rp.9.500.000,-. 

harga sebesar itupun dia menjualnya dengan tergesa-gesa. Jika dia sedikit bersabar saja mungkin harga tembakau miliknya bisa terjual sampai Rp.11.000.000,-.  saat ditanya apakah ada hambatan dengan proses yang ada saat ini. Pak Pardiyo menuturkan bahwa tidak ada hambatan yang berarti, mulai dari proses pembibitan, penanaman, pemupukan sampai dengan panen tembakau. 

Senin, 19 Oktober 2009

serangan hama membuat petani rugi

serangan hama yang menyerang tanaman pepaya, membuat petani mengalami kerugian yang besar. pasalnya tanaman yang terserang hama tersebut membuat tanaman langsung mati dan buahnya menjadi layu dan busuk. salah satu petani pepaya Sugito. bahwa tanaman pepaya yang terserang akan mati dalam waktu 6 - 8 hari. lanjut Sugito setelah hama menempel pada daun, daun akan layu dan kering dan akan menyerang buah serta pohon pepaya secara bersamaan.

selain itu biasanya pohon pepaya yang sehat dapat dijadikan makanan ternak, tetapi pohon pepaya yang terserang hama berwarna putih tersebut oleh para petani tidak berani dijadikan makanan ternak, karena para petani takut jika pohon pepaya tersebut beracun. saat ini dipasaran harga pepaya naik drastis, yang biasanya satu buah pepaya ukuran sedang dihargai Rp. 3.500,- s/d Rp. 4.000,- melonjak menjadi Rp. 7.000,- s/d Rp. 8.000,- perbuah.

Sugito menambahkan, bahwa biasanya tanaman pepaya miliknya seluas kurang lebih 2.000 M2. mampu menghasilkan uang sekitar Rp. 450.000,- perbulan tapi saat ini tidak satupun tanaman pepayanya yang masih hidup. dia juga pernah mencoba memberikan pestisida pada beberapa tanaman pepayanya, tapi hasilnya nihil. Selang 3 hari pasca penyemprotan pestisida, hama yang sebelumnya pergi akan kembali lagi lebih banyak. Dan juga dia ungkapkan bahwa belum ada bantuan dari instansi terkait, karena ini adalah salah satu produk lokal yang menjadi andalan petani saat ini. dan juga tani mengharapkan adanya perhatian dari program - program yang langsung dikendalikan oleh pemerintah pusat, seperti P2KP, PNPM Mandiri maupun PPK. petani sebenarnya juga berharap banyak dengan program tersebut karena tanaman pepaya adalah salah satu penyangga ekonomi rakyat.